Hannypoeh's Blog

IKHLAS BHAKTI BINA BANGSA BERBUDI BAWA LAKSANA

IMAN KEPADA ALLAH DAN SIFAT-SIFATNYA

pada Desember 17, 2011

MAKALAH
IMAN KEPADA ALLAH DAN SIFAT-SIFATNYA

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Aqidah Islamiyah

DOSEN PEMBIMBING :
Drs. H. Mahrur Adam Maulana, M.Ag

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK VII
1. HANIFAH GANDA UTAMI
2. HANIF ANOM WIBOWO

S1 PGMI / III A
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NAHDATUL ULAMA
( STAINU ) KEBUMEN
TAHUN AKADEMIK 2010 / 2011

KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum wr .wb.
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini guna memenuhi tugas mata kuliah Strategi Pembelajaran yang kami beri judul “ IMAN KEPADA ALLAH DAN SIFAT-SIFATNYA“.
Dalam penulisan karya tulis ini kami tidak terlepas dari bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Untuk itu pada kesempatan ini kami ingin menyampaikan terima kasih kepada:
1. Bapak Drs. H Mahrur Adam Maulana, M.Ag selaku pembimbing mata kuliah Aqidah Islamiyah.
2. Kedua orang tua kami yang telah memberi motivasi kepada kami.
3. Teman-teman kami yang telah memberi semangat.
4. Serta semua pihak yang membantu tersusunnya makalah ini.
Tidak ada yang dapat kami perbuat untuk membalas budi semua pihak kecuali mendoakan semoga amal baik yang telah diberikan kepada kami termasuk amal shaleh yang diterima di sisi Allah SWT.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk kemajuan kami. Semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi kami khususnya dan pembaca pada umumnya.
Wassalamu’alaikum wr. wb.
Kebumen, Januari 2011

Penyusun

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . i
KATA PENGANTAR. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ii
DAFTAR ISI. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . iii
BAB I PENDAHULUAN. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1
A. Latar Belakang. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1
B. Rumusan Masalah. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1
BAB II PEMBAHASAN. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2
A. Iman kepada Allah. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2
B. Sifat-sifat Allah. . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 3
C. Asmaul Husna . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 7
D. Kedudukan dan Fungsi Iman kepada Allah SWT . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 10
BAB III PENUTUP. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 11
A. Kesimpulan. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 11
B. Saran. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 11
DAFTAR PUSTAKA. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 12

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Rasulullah mulai berdakwah untuk memperkenalkan agama Islam dengan cara memperkenalkan Tuhan Yang Maha Esa, sambil meluruskan kekeliruan dan kesesatan masyarakat jahiliyah. Terbukti, ayat pertama mengandung pengenalan kepada Allah dalam perbuatan dan sifat-sifat-Nya : “ Bacalah dengan ( menyebut ) nama Tuhanmu yang menciptakan. “
Sifat-sifat Tuhan pun dijelaskan dengan berbagai redaksi, secara bertahap. Baru penjelasan yang sangat rinci dan tegas melalui wahyu : “ Qul huwallaahu ahad.“ Selanjutnya berdatangan wahyu-wahyu yang lebih rinci mengenai nama-nama dan sifat-sifat Allah.
Kita ingin mengenal Tuhan, pengenalan sesempurna mungkin sesuai dengan kemampuan kita sebagai makhluk. Hal ini dapat diperoleh melalui pengenalan langsung dari Tuhan Yang Maha Kuasa sebagaimana diwahyukan dalam kitab-Nya dan dijelaskan oleh utusan-utusan-Nya.
Dengan mengenal Allah, yakni mengenal sifat-sifat atau nama-nama-Nya, manusia dapat berbudi luhur. Karena keindahan sifat-sifat-Nya akan melahirkan rasa optimis dalam hidup, sekaligus dapat mendorong manusia untuk berupaya meneladani sifat-sifat tersebut sesuai dengan kedudukan dan kemampuannya sebagai makhluk.
Melihat dari masalah itu kami dari penulis mencoba untuk membahas tentang iman kepada Allah dan sifat-sifat-Nya. Tidak terlepas dari hal ini semoga makalah ini bisa membantu kesulitan teman-teman dalam memahami tentang iman kepada Allah dan sifat-sifat-Nya.
B. Perumusan Masalah
Dari latar belakang tersebut, maka dalam makalah ini akan membahas mengenai beberapa masalah, antara lain :
1) Apa pengertian Iman kepada Allah ?
2) Apa saja Sifat-sifat Allah ?
3) Apa saja Asmaul Husna itu ?
4) Apa kedudukan dan fungsi Iman kepada Allah ?

BAB II
PEMBAHASAN MASALAH
A. Iman kepada Allah
Iman menurut bahasa berarti keyakinan atau kepercayaan.
Iman menurut istilah berarti kepercayaan yang diyakini dalam diri, diikrarkan dengan lisan dan dibuktikan dengan amal perbuatan sehari-hari.
        •                  •   
Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari Kemudian, Maka Sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.”
Dari ayat tersebut diperoleh suatu kesimpulan bahwa orang yang beriman adalah orang yang percaya kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir serta beriman kepada taqdir-Nya.
Pengabdian manusia kepada Allah dapat diwujudkan dengan beriman kepada 6 perkara :
1) Beriman kepada Allah 4) Nabi dan Rosul-Nya
2) Malaikat-malaikat-Nya 5) Hari Kiamat
3) Kitab-kitab-Nya 6) Qodlo dan Qadar Allah
Selain itu, kita juga diwajibkan melaksanakan Rukun Islam, yaitu :
1) Mengucapkan syahadat 4) Membayar zakat
2) Shalat lima waktu 5) menunaikan haji bagi yang mampu.
3) Puasa
Allah juga memerintahkan kepada kita untuk mempunyai akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari, seperti sabar, pemaaf, jujur, tawadhuk, disiplin, tawakal, dan sebagainya. Demikian pula kita dilarang mempunyai sifat tercela seperti takabur, syirik, serakah, khianat, hasud dll.
B. Sifat-sifat Allah
Sifat wajib bagi Allah adalah sifat yang harus dimiliki oleh Allah sebagai sifat kesempurnaan bagi-Nya dan tidak mungkin tidak ada pada-Nya.
Sifat wajib bagi Allah ada 13, yaitu :
1. Wujud
Allah bersifat wujud (ada), mustahil tidak ada (‘adam).
Adanya Allah dibuktikan dengan akal, dengan melihat dan memikirkan semua yang ada/terjadi di alam semesta. Perhatikan firman Allah dalam surat Al An’am ayat 102 :
                   
Artinya :” (Yang memiliki sifat-sifat) yang demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan selain Dia; Pencipta segala sesuatu, Maka sembahlah dia; dan Dia adalah pemelihara segala sesuatu.”
2. Qidam
Allah bersifat qidam (terdahulu), mustahil didahului ( hudus ).
Contoh sederhana : tukang, tentu lebih dahulu ada dibandingkan rumah yang dibuatnya. Allah Maha Azali maksudnya sudah ada sebelum adanya sesuatu dan akan terus ada. Firman Allah dalam surat Al Hadid ayat 3 :
 •         
Artinya : “Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan yang Bathin[1452]; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.”
[1452] Yang dimaksud dengan : yang Awal ialah, yang telah ada sebelum segala sesuatu ada, yang akhir ialah yang tetap ada setelah segala sesuatu musnah, yang Zhahir ialah, yang nyata adanya karena banyak bukti- buktinya dan yang Bathin ialah yang tak dapat digambarkan hikmat zat-Nya oleh akal.

3. Baqa
Allah bersifat baqa (kekal), mustahil binasa (fana).
Allah sebagai pencipta makhluk bersifat kekal, tidak berubah-ubah, tidak mati dan tidak pula binasa. Firman Allah dalam surat Ar Rohman ayat 26-27 :
           
Artinya :
26. “semua yang ada di bumi itu akan binasa.”
27. “dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.”

4. Mukhalafatul lil hawaditsi
Allah bersifat mukhalafatul lil hawaditsi (berbeda dari semua makhluk), mustahil Allah ada yang menyamai ( Mumatsalah lil hawaditsi). Allah berbeda sifatnya dengan semua makhluk. Firman Allah dalam surat Asy- Syura ayat 11 :
…        
Artinya : “… tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar dan Melihat.”
5. Qiyamuhu binafsihi
Allah bersifat qiyamuhu binafsihi (berdiri sendiri ), mustahil bergantung pada sesuatu (ihtiyaju bighairihi). Allah tidak memerlukan bantuan dan juga tidak ada yang dapat membantunya. Firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 2 :…
……        
Artinya : ”…dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha besar.”

6. Wahdaniyah
Allah bersifat wahdaniyah (Esa), mustahil berbilang (ta’adud).
Esa dalam dzat-Nya, sifat-Nya dan perbuatan-Nya. Firman Allah dalam surat Al Ikhlas ayat 1 :
    
Artinya : “Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.”

7. Qodrat
Allah bersifat qodrat (Maha Kuasa), mustahil lemah (‘ajzun).
Kekuasaan Allah penuh dan mutlak. Firman Allah dalam surat Al Baqarah ayat 20 :
…. •     
Artinya : “Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

8. Iradat
Allah bersifat iradat (berkehendak), mustahil terpaksa (karaha).
Artinya Allah dalam menjadikan segala sesuatu menurut rencana dan kehendak-Nya.
Firman Allah dalam surat Yaasiiin ayat 82 :
          
Artinya : “Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” Maka terjadilah ia.”

9. Ilmu
Allah bersifat Ilmu (Maha Mengetahui), mustahil bodoh (jahlu).
Ilmu Allah tidak ada batasnya. Firman Allah dalam surat Al Hujuraat ayat 16 :
…              
Artinya : “Padahal Allah mengetahui apa yang di langit dan apa yang di bumi dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu.”

10. Hayat
Allah bersifat hayyun (hidup), mustahil mati (mautu).
Hidupya Allah sempurna, tidak seperti hidupnya makhluk yang akan mengalami mati.
Firman Allah dalam surat Al Furqaan ayat 58 :
             • 
Artinya : “dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup (kekal) yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. dan cukuplah Dia Maha mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya.”

11. Sama’
Allah bersifat sama’ (mendengar), mustahil Allah tuli (summu).
Semua suara didengar Allah. Firman Allah dalam surat Al Maidah ayat 76 :
                 
Artinya : “Katakanlah: “Mengapa kamu menyembah selain daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi mudharat kepadamu dan tidak (pula) memberi manfaat?” dan Allah-lah yang Maha mendengar lagi Maha mengetahui.”

12. Bashar
Allah bersifat bashar (melihat), mustahil Allah buta (a’ma).
Allah melihat apa saja yang ada di alam ini. Firman Allah dalam surat Al Hujuraat ayat 18 :
•           
Artinya : “Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan bumi. dan Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan.”
13. Kalam
Allah bersifat kalam (berfirman), mustahil bisu (bukmun).
Perkataan Allah sempurna, seperti yang berwujud Al-Qur’an. Firman Allah dalam surat An-Nisaa ayat 164 :
    
Artinya : “dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung[381].”
[381] Allah berbicara langsung dengan Nabi Musa a.s. merupakan keistimewaan Nabi Musa a.s., dan karena Nabi Musa a.s. disebut: Kalimullah sedang Rasul-rasul yang lain mendapat wahyu dari Allah dengan perantaraan Jibril. dalam pada itu Nabi Muhammad s.a.w. pernah berbicara secara langsung dengan Allah pada malam hari di waktu Mi’raj.

Dari sifat wajib yang 13 itu ada 7 sifat (no 7-13) yang dijadikan sifat-sifat penguat, sehingga jumlahnya 20 sifat.
Dari sifat wajib yang berjumlah 20 terbagi menjadi 4 sifat ( menurut Imam Abu Mansur Al Maturidi / Almaturidiyah), yaitu :
a. Sifat Nafsiyah artinya tentang kedirian Allah, yaitu sifat no 1 (wujud).
b. Sifat Salbiyah artinya tentang perbuatan yaitu sifat-sifat yang tidak dimiliki oleh
makhluk terutama manusia. Yang termasuk sifat ini sifat no 2 – 6.
c. Sifat Ma’ani artinya sifat-sifat yang dimiliki oleh makhluk terutama manusia, tetapi sifat Allah mutlak sedangkan manusia terbatas, yaitu sifat no 7 – 13.
d. Sifat Muhawiyah artinya sifat-sifat penguat dari sifat Ma’ani, yaitu sifat no 14 – 20.

C. Asmaul Husna
Asmaul husna adalah nama-nama yang baik bagi Allah dan merupakan sifat kesempurnaan Allah. Asmaul husna merupakan sifat-sifat Allah yang melengkapi sifat wajib Allah. Asmaul Husna berjumlah 99, sebagaimana dijelaskan dalam Al Qur’an dan Hadits.
Kita dianjurkan untuk menghafal, memahami, menghayati duan mengamalkan makna dan maksud Asmaul Husna serta berdo’a dengan menyebut nama-nama tersebut.
Dalil QS. Al A’raaf ayat 180 :
                
Artinya : “hanya milik Allah asmaa-ul husna[585], Maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya[586]. nanti mereka akan mendapat Balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.”
[585] Maksudnya: Nama-nama yang Agung yang sesuai dengan sifat-sifat Allah.
[586] Maksudnya: janganlah dihiraukan orang-orang yang menyembah Allah dengan Nama-nama yang tidak sesuai dengan sifat-sifat dan keagungan Allah, atau dengan memakai asmaa-ul husna, tetapi dengan maksud menodai nama Allah atau mempergunakan asmaa-ul husna untuk Nama-nama selain Allah.
Beberapa sifat Allah dari Asmaul Husna :
1) Al ‘Adlu ( Yang Maha Adil )
Adil ialah menempatkan sesuatu pada tempat yang sebenarnya. Karena sifat adil tidak berarti memberikan sesuatu yang sama, tetapi memberikan sesuatu dengan yang dibutuhkan (kedudukan, kewajiban, tanggung jawabnya).
QS. An Nahl ayat 90 :
 •     …..
Artinya : “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) Berlaku adil dan berbuat kebajikan….”
Kita sebagai hamba Allah diharapkan dapat berlaku adil walaupun tidak dapat meniru persis keadilan Allah.
2) Al Goffaru ( Yang Maha Pengampun)
Allah Maha Pengampun kepada Makhluk-Nya yang mau bertaubat atas kesalahannya. Pintu taubat terbuka bagi siapa saja yang mau meminta ampun. Semua dosa dapat diampuni kecuali dosa syirik.
QS. As Shod ayat 66 :
       
Artinya : “Tuhan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”

3) Al Hakimu (Yang Maha Bijaksana)
Allah menciptakan makhluk dengan segala kebijaksanaan-Nya. Hal ini tidak hanya dalam bentuknya saja tetapi dalam segala hal selalu bijaksana.
QS. At-Taubah ayat 15 :
             
Artinya : “dan menghilangkan panas hati orang-orang mukmin. dan Allah menerima taubat orang yang dikehendakiNya. Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

4) Al Maliku ( Yang Maha Raja)
Maksudnya Allah itu menguasai semua yang ada di alam ini. Jika Allah telah memutuskan sesuatu tak ada satupun yang dapat menolaknya dan jika Allah telah melarang sesuatu tak ada satupun yang dapat mencegahnya.
QS. At-Taubah ayat 15

5) Al Hasiibu ( Yang Maha Penghitung)
Allah menciptakan segala sesuatu dengan perhitungan yang matang dan cermat, termasuk masalah amal perbuatan manusia. Segala amal perbuatan manusia selalu dalam pengawasan-Nya. Oleh karena itu, manusia harus berhati-hati dalam segala gerak gerik perbuatannya, yang pasti akan dipertanggung jawabkan di akherat kelak.
QS. An-Nisaa ayat 86 :
  •       •      • 
Artinya : “Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, Maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa)[327]. Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu.”
[327] Penghormatan dalam Islam Ialah: dengan mengucapkan Assalamu’alaikum.
Dari ayat di atas dijelaskan bahwa kita harus membalas kebaikan orang lain dengan yang lebih baik, paling tidak membalas dengan yang seimbang.

D. Kedudukan dan Fungsi Iman Kepada Allah SWT
Diantara fungsi iman kepada Allah adalah
1) Menambah ketaatan dan ketaqwaan kepada Allah, segala tingkah laku selalu didasarkan kaidah-kaidah agama.
2) Menghindarkan manusia dari sifat sombong, karena menyadari betapa lemahnya manusia sedangkan Allah Maha Kuasa dan Maha Perkasa.
3) Lebih hati-hati dalam kehidupan sehari-hari karena tingkah laku kita selalu dilihat Allah.
4) Menjadi pendorong bagi manusia untuk mengisi hidupnya dengan hal-hal yang bermanfaat, beribadah dan beramal shaleh sehingga tercapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
5) Sadar dan segera bertaubat bila berbuat dosa dan berjanji tidak akan mengulangi lagi.
Maka peranan iman adalah sebagai alat yang ampuh untuk membentengi diri dari segala pengaruh dan bujukan yang menyesatkan dan sebagai pendorong untuk melakukan perbuatan yang sholeh. Firman Allah SWT :
QS. Al Ashr ayat 2-3 :
•          …….
Artinya : 2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh……
6) Nama-nama keagungan Allah dan sekaligus sebagai sifat-sifat-Nya.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
a) Iman kepada Allah adalah meyakini adanya Allah Yang Maha Esa, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Pencipta, pengatur, pemelihara alam semesta dengan segala isinya.
b) Sifat-sifat Allah SWT :
1. Wujud 8. Iradat
2. Qidam 9. Ilmu
3. Baqa 10. Hayat
4. Mukhalafatul lil hawaditsi 11. Sama’
5. Qiyamuhu bi nafsihi 12. Bashar
6. Wahdaniyah 13. Kalam
7. Qadrat
c) Asmaul Husna adalah nama-nama yang baik bagi Allah dan merupakan sifat kesempurnaan Allah. Asmaul Husna berjumlah 99, sebagaimana dijelaskan dalam Al Qur’an dan Hadits.
d) Beberapa sifat Allah dari Asmaul Husna antara lain :
1. Al ‘Adlu ( Yang Maha Adil )
2. Al Goffaru ( Yang Maha Pengampun)
3. Al Hakimu (Yang Maha Bijaksana)
4. Al Maliku ( Yang Maha Raja)
5. Al Hasiibu ( Yang Maha Penghitung)

B. Saran
Kami selaku penyusun menyadari masih jauh dari sempurna dan tentunya banyak sekali kekurangan dalam pembuatan makalah ini. Hal ini disebabkan karena masih terbatasnya kemampuan kami.
Oleh karena itu, kami selaku pembuat makalah ini sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun. Kami juga mengharapkan makalah ini sangat bermanfaat untuk kami khususnya dan pembaca pada umumnya.

DAFTAR PUSTAKA
Rubinem. 2002. Ratih Pendidikan Agama Islam untuk kelas X semester 1. Klaten : Sekawan.
MGMP PA ISLAM Kab. Kebumen. 2006. At Tarbiyah untuk Kelas X semester 1. Kebumen : Harapan Baru.
Saputra, Thoyib. 2010. PAI Akidah Akhlak Kelas X. Semarang : PT. Karya Toha Putra.


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: