Hannypoeh's Blog

IKHLAS BHAKTI BINA BANGSA BERBUDI BAWA LAKSANA

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA

pada Desember 17, 2011

LAPORAN PRAKTIKUM
FISIKA

Dosen Pembimbing :
Ibu Dra. Warsiti, M.Pd.

Disusun Oleh :
Nama : Hanifah Ganda Utami
Kelas : PGMI 2.A
NIM : 10.209160

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NAHDLATUL ULAMA
(STAINU) KEBUMEN
2009 / 2010

KEGIATAN 1
MENGUKUR PANJANG

I. TUJUAN
Tujuan dari praktikum ini adalah supaya:
1) Mahasiswa dapat memilih alat ukur panjang yang tepat.
2) Mahasiswa dapat mengukur panjang benda dengan baik.

II. LANDASAN TEORI
Mengukur adalah membandingkan sesuatu dengan alat ukur, ada beberapa macam alat ukur yang sering digunakan dalam pengukuran panjang, yaitu mistar, meteran, rol meter, jangka sorong, dan mikrometer skrup.
Masing – masing alat ukur tersebut memiliki tingkat ketelitian yang berbeda – beda, sebagai contoh :
a. Mistar kayu = 1 cm
b. Mistar plastik = 1 mm
c. Jangka sorong = 0,1 mm
d. Mikrometer skrup = 0,01 mm
Dalam mengukur benda kita juga harus menyesuaikan alat ukur dengan benda yang akan diukur.

III. ALAT DAN BAHAN
a) Alat yang digunakan :

1. Mistar plastik
2. Penggaris kayu
3. Meteran
4. Rol meter
5. Jangka sorong
6. Mikrometer
b) Bahan :

1. Buku tulis
2. Meja lab
3. Papan tulis
4. Ruangan kelas
5. Lapangan tenis
6. Gelas, uang logam, spidol

IV. LANGKAH KERJA
Langkah – langkah kerja yang dilakukan adalah :
1. Mengukur panjang dan lebar buku tulis, meja, papan tulis, ruangan kelas, dan lapangan tenis dengan alat ukur yang tepat.
2. Mengukur diameter luar dan dalam gelas, kedalaman gelas dan tebal gelas dengan alat ukur yang sesuai.
3. Mengukur diameter dan tebal uang logam dan diameter spidol dengan mikrometer.

V. HASIL PENGUKURAN
a. Hasil pengukuran panjang dan lebar suatu benda
No Nama Benda Alat Ukur Panjang Lebar Luas
1. Buku Tulis Mistar plastik 21,1 cm 15,9 cm 335,49 cm2
2. Meja Meteran 97 cm 57,5 cm 5577,5 cm2
3. Papan Tulis Rol meter 2,48 m 1,25 cm 3,1 m2
4. Ruang Kelas Rol meter 8,95 m 7,93 m 70,9375 m2
5. Lapangan Tenis Rol meter 23,78 m 10,97 m 260,8666 m2

b. Pengukuran gelas
No Nama Benda Alat Ukur Hasil
1. Diameter dalam Jangka sorong 6,38 cm
2. Diameter luar Jangka sorong 6,74 cm
3. Tebal Mikrometer 2,26 mm
4. Kedalaman Mistar plastik 9 cm

c. Pengukuran uang logam dan spidol
No Nama Benda Alat Ukur Diameter Tebal
1. Uang logam 500 P Jangka Sorong
Dan
Mikrometer 2,42 cm 2,6 mm
2. Uang logam 500 K 2,11 cm 1,24 mm
3. Uang logam 200 P 2,21 cm 2,21 mm
4. Uang logam 1.000 2,32 cm 2,17 mm
5. Spidol 0,945 cm 1,19 mm

VI. KESIMPULAN
a) Setiap alat ukur memiliki karakteristik sendiri – sendiri
b) Dalam mengukur, alat ukur harus disesuaikan dengan benda yang diukur

KEGIATAN 2
MENGUKUR MASA DAN VOLUME BENDA

I. TUJUAN
Tujuan dari praktikum ini adalah:
1) Mahasiswa dapat menggunakan timbangan dengan baik.
2) Mahasiswa dapat mengukur volume benda dengan tepat.
3) Mahasiswa dapat menghitung masa jenis benda.

II. LANDASAN TEORI
Alat ukur massa sering kita sebut neraca atau timbangan. Ada beberapa macam neraca yang sering digunakan antara lain : neraca 2 lengan, neraca langka, neraca ohaus dan neraca elektronik. Perbedaan antara neraca tersebut terletak pada cara kerja, ketelitian, dan teknologi yang dipakai di dalamnya. Sedangkan untuk mengukur volume benda bergantung pada jenis benda. Volume benda padat dapat diukur secara langsung. Khusus untuk benda yang bentuknya teratur dapat diukur dengan bantuan rumus volume sedangkan benda yang tidak teratur diukur dengan gelas ukur.
Perbandingan massa dengan volume benda disebut dengan massa jenis. Massa jenis merupakan ciri khas suatu zat. Zat yang sama memiliki massa jenis yang sama, berapapun ukurannya. Zat yang berbeda umumnya memiliki massa jenis yang berbeda.

III. ALAT DAN BAHAN
a) Alat yang digunakan :
1. Timbangan
2. Gelas ukur
3. Penggaris
b) Bahan :

1. Kubus kayu
2. Spidol
3. Batu
4. Anak kunci
5. Kelereng
6. Paku
7. Uang logam

IV. LANGKAH KERJA
Langkah – langkah kerja yang dilakukan adalah :
1. Mengambil benda dan meletakkannya di atas timbangan.
2. Menyeimbangkan dan mencatat hasilnya.
3. Mengukur panjang, lebar, dan tinggi kubus dan mencatat hasilnya.
4. Mengisi gelas ukur dengan air hingga 100 ml.
5. Memasukan benda kedalamnya.
6. Mengamati perubahan volumenya.
7. Mencatat volumenya.

V. HASIL PENGUKURAN
No Nama Benda Massa (gram) Volume (cm3) Massa Jenis (gram/cm3)
1. Balok kayu 18,7 36,4 0,514
2. Batu 131,2 50 2,624
3. Kelereng 9,8 10 0,98
4. Paku 18,1 5 3,62
5. Uang logam 15,3 3 5,1
6. Spidol 19,4 5 3,88
7. Anak kunci 11,2 3 3,734

VI. KESIMPULAN
a) Massa jenis mempengaruhi keadaan benda jika dimasukan kedalam air.
b) Jika massa jenisnya besar benda akan tenggelam, sebaliknya jika massa jenisnya kecil benda akan terapung.

VII. JAWABAN PERTANYAAN
a. Massa jenis suatu zat adalah perbandingan antara massa dengan volume zat tersebut.
 Rumus : = massa jenis (gram/cm3)
= massa (gram)
= volume (cm3)
 Satuan massa jenis adalah gram/cm3 atau kg/cm3
 Dimensi massa jenis adalah
b. Massa jenis mempengaruhi keadaan benda jika dimasukan kedalam air.

KEGIATAN 3
MENGUKUR LUAS DAUN

I. TUJUAN
Tujuan dari praktikum ini adalah agar mahasiswa dapat menghitung luas daun.

II. LANDASAN TEORI
Luas menyatakan ukuran bidang yang ditempati suatu benda, luas benda yang memiliki tertentu seperti persegi, persegi panjang, segitiga, dan lingkaran dapat dihitung dengan rumus. Sementara itu benda yang bentuknya tidak teratur dihitung menggunakan kertas berskala (kertas grafik). Luas benda ditentukan dengan menghitung jumlah persegi satuan yang ditutupi benda tersebut.

III. ALAT DAN BAHAN
1. Sehelai daun
2. Kertas grafik
3. Pensil

IV. LANGKAH KERJA
1. Mengambil sehelai daun puring.
2. Meletakkan daun di atas kertas grafik, hingga melekat betul.
3. Mengikuti pinggiran daun dengan pensil yang runcing hingga terbentuk pola daun pada kertas grafik.
4. Mengangkat daunnya kemudian menghitung luas daun dengan cara memberi nomor pada setiap kotak yang utuh.
5. Menghitung luas kotak yang tidak utuh mulai dari 0,9; 0,8; 0,7; 0,6; 0,5; 0,4; 0,3; 0,2; 0,1.

V. HASIL PENGUKURAN
1. Luas kotak utuh : 1 x 111 = 111 cm2
2. Luas kotak 0,9 : 0,9 x 10 = 9 cm2
3. Luas kotak 0,8 : 0,8 x 1 = 0,8 cm2
4. Luas kotak 0,7 : 0,7 x 6 = 4,2 cm2
5. Luas kotak 0,6 : 0,6 x 8 = 4,8 cm2
6. Luas kotak 0,5 : 0,5 x 3 = 1,5 cm2
7. Luas kotak 0,4 : 0,4 x 5 = 2 cm2
8. Luas kotak 0,3 : 0,3 x 3 = 0,9 cm2
9. Luas kotak 0,2 : 0,2 x 5 = 1 cm2
10. Luas kotak 0,1 : 0,1 x 5 = 0,5 cm2
Luas total = 135,7 cm2

VI. KESIMPULAN
Untuk mengukur luas benda yang tidak beraturan dapat digunakan kertas grafik (milimeter book).

VII. LAMPIRAN

KEGIATAN 4
MENGUKUR BERAT BENDA

I. TUJUAN
Tujuan dari praktikum ini adalah agar mahasiswa dapat membandingkan berat benda di udara dan di dalam air.

II. LANDASAN TEORI
Suatu benda yang dicelupkan dalam zat cair mendapat gaya keatas sehingga benda kehilangan sebagian beratnya (beratnya menjadi berat semu). Gaya keatas ini disebut sebagai gaya apung (buoyancy), yaitu suatu gaya keatas yang dikerjakan oleh zat cair pada benda. Munculnya gaya apung adalah konsekuensi dari tekanan zat cair yang meningkat dengan kedalaman. Dengan demikian berlaku :
Gaya apung = berat benda di udara – berat benda dalam zat cair

III. ALAT DAN BAHAN
1. Neraca pegas
2. Beker gelas
3. Benang / tali rafia
4. Air
5. Batu, anak kunci, paku

IV. LANGKAH KERJA
1. Mengikat benda yang akan diukur dengan tali / benang.
2. Menggantungkannya pada neraca pegas.
3. Mengamati dan mencatat berat benda di udara.
4. Mengisi beker gelas dengan air.
5. Menimbang benda tadi dengan keadaan benda terendam dalam air.
6. Mengamati dan mencatat berat benda dalam air.
7. Mengulangi langkah 1 sampai 6 pada benda yang berbeda.
8. Mencatat hasil pengamatan pada tabel.

V. HASIL PENGUKURAN
No Nama Benda Berat di udara Berat di air
N gram N gram
1. Batu 4,4 440 2,4 240
2. Paku 4 400 3,5 350
3. Kunci 1 100 0,9 90

VI. KESIMPULAN
Berat benda di udara lebih besar dari pada di dalam air karena benda yang dicelupkan kedalam air mengalami gaya ke atas yang disebut gaya apung. Sesungguhnya berat benda tidaklah berkurang tetapi air memberikan gaya apung pada benda tersebut. Inilah yang membuat berat benda di dalam air terasa lebih ringan.

KEGIATAN 5
MENGUKUR SUHU BADAN

I. TUJUAN
Tujuan dari praktikum ini adalah agar mahasiswa dapat mengukur suhu badan.

II. LANDASAN TEORI
Suhu adalah ukuran kelajuan gerak partikel – partikel dalam suatu benda, untuk mengukur suhu badan digunakan thermometer klinis (badan). Thermometer ini digunakan untuk mendiagnosis kesehatan seseorang. Thermometer badan ada 2 jenis yaitu thermometer digital dan thermometer manual.
Suhu tubuh seseorang tidak dipengaruhi oleh aktivitas karena saat beraktivitas tubuh menghasilkan keringat.

III. ALAT DAN BAHAN
Alat yang digunakan adalah thermometer badan.

IV. LANGKAH KERJA
1. Mengukur suhu teman dalam kelompok kami.
2. Menempelkan thermometer pada siku, ketiak atau pangkal leher selama + 5 menit, kemudian mencatat hasilnya.
3. Melakukan lari – lari ditempat selama 5 menit.
4. Mengukur suhu tubuh kembali dan mencatat hasilnya.

V. HASIL PENGUKURAN
No Nama Anak Alat Suhu dalam istirahat Suhu setelah aktivitas
1. Hanif A.W Thermometer badan manual 36,30C 36,40C
2. Subiyan H. 36,50C 36,70C
3. Hanifah G.U 36,40C 36,50C
4. Sholikhatun 36,70C 36,80C

VI. KESIMPULAN
1. Aktivitas tidak merubah suhu badan secara signifikan hanya sedikit sekali perubahannya, dikarenakan adanya keringat yang keluar yang berfungsi menyetabilkan suhu tubuh.
2. Dalam mengukur suhu tubuh lebih praktis menggunakan thermometer digital.

KEGIATAN 6
MENGUKUR SUHU BENDA

I. TUJUAN
Tujuan dari praktikum ini adalah agar mahasiswa dapat mengukur suhu benda dengan thermometer laboratorium.

II. LANDASAN TEORI
Berdasarkan penggunaan thermometer dibedakan menjadi thermometer laboratorium, thermometer klinis dan thermometer ruang. Thermometer – thermometer tersebut memiliki satuan dan skala yang berbeda – beda. Ada yang memggunakan celsius, kelvin, reamur, dan fahrenheit.
Hubungan skala celsius dengan skala kelvin : tK = (tC + 273) K
Hubungan skala celsius, reamur, dan fahrenheit : tC : tR : (tF – 32) = 5 : 4 : 9

III. ALAT DAN BAHAN
A. Alat : 1. Thermometer (-100C  1100C)
2. Thermometer ruangan
3. Gelas kimia
4. Pembakar spiritus
B. Bahan : 1. Es batu
2. Air
3. Garam
4. Minyak goreng

IV. LANGKAH KERJA
A. Mempelajari tata cara menggunakan thermometer laboratorium dengan baik.
B. Mengukur suhu berbagai benda dan tempat berikut ini :
1. Udara di empat sudut ruangan.
2. Air dalam ruangan.
3. Tempat teduh di bawah pohon.
4. Dalam tanah.
5. Udara di tempat terkena sinar matahari.
6. Minyak goreng.
7. Es batu.
8. Air mendidih.
9. Es mencair.
10. Es campur garam.
V. HASIL PENGUKURAN
No Nama Tempat / Benda Suhu
0C 0F 0R 0K
1. Udara di empat sudut ruangan 26 78,8 20,8 299
2. Air dalam ruangan 26 78,8 20,8 299
3. Tempat teduh di bawah pohon 27 80,6 21,6 300
4. Dalam tanah 25 77 20 298
5. Udara di tempat terkena sinar 29 84,2 23,2 302
6. Minyak goreng 25 77 20 298
7. Es batu 0 32 0 273
8. Air mendidih 100 212 80 373
9. Es mencair 4 39,2 3,2 277
10. Es campur garam -2 28,4 -1,6 271

Contoh perhitungan :

VI. KESIMPULAN
1. Thermometer yang digunakan untuk mengukur suhu benda harus disesuaikan dengan benda yang akan diukur.
2. Setiap thermometer memiliki skala dan satuan yang berbeda – beda.

VII. JAWABAN PERTANYAAN
1. Suhu disetiap sudut ruangan sama besar karena udaranya homogen.
2. Terdapat selisih suhu antara tempat teduh dengan tempat yang terkena sinar.
3. Suhu air dalam ruangan sama dengan suhu udara ruangan itu.
4. Suhu es dan es campur garam tidak sama, suhu es campur garam lebih rendah karena energi yang terkandung dalam es digunakan untuk melarutkan garam tersebut.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: