Hannypoeh's Blog

IKHLAS BHAKTI BINA BANGSA BERBUDI BAWA LAKSANA

PERJUANGAN PROKLAMASI

pada Desember 17, 2011

PERJUANGAN PROKLAMASI
A. Terbentuknya Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia
BPUPKI atau Dokuritsu Junbi Cosakai dibentuk pada tanggal 1 Maret 1945. Tujuannya adalah untuk mempelajari dan menyelidiki hal-hal penting yang berhubungan dengan berbagai hal yang menyangkut pembentukan negara Indonesia merdeka.
Susunan pengurus badan penyelidik ini antara lain:
1. Badan perundingan, terdiri dari seorang ketua, seorang ketua muda, 60 anggota, dan 6 orang anggota orang Jepang tanpa hak suara. Kepengurusan ini diumumkan tanggal 29 April 1945. Badan ini diketuai oleh K.R.T Radjiman Wedyodingingrat dan ketua muda Icibangase.
2. Kantor tata usaha, dengan R.P Suroso sebagai kepala sekretariat merangkap ketua muda, dibantu oleh Toyahito Masuda dan AG Pringgodigdo.

Pada tanggal 29 Mei -1 Juni diadakan sidang pertama BPUPKI. Sidang pertama ini membahas mengenai dasar negara. Terdapat tiga pembicara yang mengemukakan dasar negara dalam sidang tersebut yaitu Mr.Muh Yamin, Mr.Supomo, dan Ir.Sukarno. Dalam pidatonya Muh.Yamin mengemukakan lima asas dasar kebangsaan Republik Indonesia sebagai berikut:
1) Perikebangsaan
2) Perikemanusiaan
3) Periketuhanan
4) Perikerakyatan
5) Kesejahteraan rakyat

Pada tanggal 31 Mei Mr.Supomo juga mengajukan dasar-dasar untuk Indonesia merdeka. Dasar-dasar yang diajukannya itu antara lain:
1) Persatuan
2) Kekeluargaan
3) Keseimbangan lahir dan batin
4) Musyawarah
5) Keadilan rakyat

Pada tanggal 1 Juni diadakan rapat terakhir dengan mendengarkan pidato Ir. Sukarno. Pidato tersebut kemudian dikenal sebagai hari lahirnya Pancasila. Dasar negara Indonesia Merdeka yang diusulkan Ir.Sukarno adalah sebagai berikut:
1) Kebangsaan Indonesia atau nasionalisme
2) Perikemanusiaan atau internasionalisme
3) Mufakat atau demokrasi
4) Kesejahteraan sosial
5) Ketuhanan yang maha Esa

Setelah mengakhiri persidangan pertaman, BPUPIKI melakukan reses selama satu bulan, tetapi sebelum reses telah dibentuk sebuah panitia kecil yang disebut panitia delapan yang bertugas menampung saran-saran dan konsepsi-konsepsi dari para anggota.
Anggota panitia kecil adalah:
Ketua : Ir.Sukarno
Anggota : Drs. Moh. Hatta, Sutardjo Kartohadikusumo, K.H. Wahid Hasyim, Ki Bagus Hadikusumo, Otto Iskandardinata, Mr. Muhammad Yamin, dan A.A Maramis.

Tanggal 22 Juni 1945 panitia kecil mengadakan pertemuan dengan 38 anggota badan penyelidik. Pertemuan ini menghasilkan terbentuknya panitia sembilan yang terdiri dari : Ir. Sukarno, Moh. Hatta, Moh. Yamin, Ahmad Subardjo, A.A Maramis, Abdulkahar Muzakir, K.H Wahid Hasyim, H.Agus Salim dan Abikusno Cokrosuyoso.
Panitia sembilan menghasilkan rumusan Jakarta Charter atau piagam Jakarta. Piagam Jakarta berisi rumusan dasar negara Indonesia merdeka sebagai berikut:
1) Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.
2) (menurut) Dasar kemanusiaan yang adil dan beradab
3) Persatuan Indonesia
4) (dan) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5) (Serta dengan mewujudkan suatu ) Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Pada persidangan kedua BPUPKI tanggal 10-16 Juli 1945, dilakukan perumusan terakhir draft dasar negara, pembahasan rancangan UUD termasuk juga pembukaan atau preambule. Untuk tugas ini dibentuk panitia perancang UUD yang diketuai oleh Ir.Sukarno dengan anggota 18 orang. Pada tanggal 11 Juli 1945 Panitia perancang UUD menyetujui isi preambule yang diambil dari piagam Jakarta. Panitia ini kemudian membentuk Panitia Kecil Perancang UUD yang diketuai oleh Mr.Supomo. Dalam sidang tanggal 14 Juli 1945, Ir.Sukarno melaporkan hasil kerja panitia yang diketuainya. Hasil kerja ini terdiri dari tiga hal, yaitu:
1) Pernyataan Indonesia Merdeka
2) Pembukaan UUD
3) Batang tubuh UUD

B. PERSIAPAN PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA
1. Penggantian BPUPKI menjadi PPKI
Setelah dianggap telah selesai menjalankan tugasnya BPUPKI dibubarkan dan sebagai gantinya dibentuk PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau Dokuritsu Junbi Inkai pada tanggal 7 Agustus 1945. Ketuanya adalah Ir.Sukarno, dengan Moh. Hatta sebagai wakil ketua dan Ahmad Subardjo sebagai penasehat. Anggotanya terdiri atas 18 orang, 12 wakil dari jawa, 3 wakil dari Sumatra, 2 wakil dari peranakan Cina dan tanpa sepengetahuan Jepang anggota PPKI ditambah.

2. Peristiwa pemanggilan dua tokoh Indonesia ke Dalat
Jepang yang kedudukannya kian terdesak oleh Sekutu akhirnya memanggil beberapa tokoh pergerakan nasional Indonesia. Tokoh-tokoh yang dipanggil itu adalah Ir.Sukarno dan Moh.Hatta, keduanya bertolak ke Dalat (Vietnam) dari tanggal 9 -14 Agustus 1945. Jenderal Terauchi selaku panglima besar tentara Jepang di Asia Tenggara kemudian memberitahukan keputusan pemerintah Jepang yang antara lain:
a. Jepang menjanjikan kemeerdekaan Indonesia
b. Pembentukan PPKI
c. Penentuan wilayah Indonesia yang meliputi bekas jajahan Hindia Belanda.

3. Peristiwa Rengasdengklok
Peristiwa ini terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 dan disebabkan adanya perbedaan pendapat antara golongan tua dan golongan muda mengenai proklamasi kemerdekaan. Kelompok tua antara lain adalah Ir. Sukarno, Mrs. Moh. Hatta dan Ahmad Subardjo. Sedangkan golongan muda antara lain :
a. Kelompok Sukarni, tokoh-tokohnya meliputi Sukarni, Adam Malik, Armoenanto, Pandoe Kartawigoena, dan Maroenta Nitimihardjo.
b. Kelompok Syahrir, tokoh utamanya adalah Syahrir
c. Kelompok pelajar, tokoh-tokohnya adalah Chaerul Saleh, Johan Noer, Sayoko, Syarif Thayeb, Darwis, dan Eri Soedewo
d. Kelompok Kaigun, tokoh-tokohnya adalah Soedirjo, Wikana dan E.Khairudin.
Setelah mendengar berita kekalahan Jepang atas Sekutu, kelompok muda menghendaki agar Indonesia segera diproklamasikan. Para pemuda tidak menghendaki jika kemerdekaan itu diperoleh sebagai hadiah dari Jepang, mereka menghendaki kemerdekaan diperoleh dari perjuangan bangsa Indonesia sendiri. Namun demikian golongan tua berpendapat bahwa pelaksanaan proklamasi tetap dilaksanakan di dalam PPKI untuk tidak memancing konflik dengan pihak Jepang. Akibat penolakan itu, kedua tokoh golongan tua itu diamankan dan disembunyikan ke Rengasdengklok, daerah Karawang- Bekasi. Tujuan pengamanan itu agar kedua tokoh tersebut tidak diperalat atau dipengaruhi oleh Jepang maupun sekutu. Alasan dipilih Rengasdengklok karena:
a. Daerah ini dilatarbelakangi laut Jawa, dengan demikian jika ada serangan dapat segera pergi melalui laut.
b. Sebelah Timur dibentengi oleh Wilayah Purwakarta dengan satu Daidan PETA
c. Sebelah Selatan ada PETA Cedung Gedeh
d. Sebelah Barat ada tentara PETA di Bekasi
Setelah melalui perbincangan yang cukup panjang, akhirnya Sukarno menganggukkan kepala dan menyatakan kesediaannya untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, tetapi dilakukan di Jakarta. Setelah kesepakatan dicapai, Sukarno dan Muh. Hatta akhirnya di jemput oleh Ahmad Soebardjo dan Soediro, dan pada sorenya mereka dikembalikan ke Jakarta.

4. PERUMUSAN TEKS PROKLAMASI

a. Tempat perumusan : di rumah Laksamana Tadhasi Maeda, jalan Imam Bonjol No. 1 Jakarta.
b. Saksi : BM Diah, Sudiro, Sukarni, Sayuti Melik
c. perumus : Ir. Sukarno sebagai penulis , dan Drs. Moh.Hatta serta Ahmad Subardjo sebagai penyumbang pikiran secara lisan.
d. Hal – hal lain:
– Sukarno menyarankan agar para saksi turut menandatangani naskah proklamasi, selaku wakil-wakil bangsa Indonesia.
– Sukarni, sebagai wakil dari golongan muda menolaknya dan mengusulkan agar naskah tersebut hanya ditandatangani oleh Sukarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia.
– Sukarno meminta Sayuti Melik untuk mengetik naskah proklamasi yang telah disetujui
– Pembacaan proklamasi dilaksanakan di kediaman Sukarno, Jalan Pegangsaan Timur no. 56 Jakarta, pukul 10.00 WIB.

TOKOH-TOKOH YANG BERPERAN DALAM PERISTIWA PROKLAMASI

1. Sukarno – Hatta : Proklamator kemerdekaan Indonesia
2. Syahrudin : Telegrafis yang menyiarkan proklamasi Indonesia ke seluruh dunia.
3. Frans S Mendur : Wartawan yang mengabadikan peristiwa-peristiwa penting dalam perjuangan kemerdekaan RI.
4. Soewirjo : Walikota Jakarta yang menyelenggarakan upacara Proklamasi
5. S.Suhud, Latif H, dan Tri Murti : pengibar bendera merah putih
6. Ibu Fatmawati : pembuat bendera Merah putih yang dikibarkan pada tanggal 17 Agustus 1945.
7. Sayuti Melik : Pengetik naskah proklamasi
8. Sukarni, BM Diah dan Sudiro : saksi perumusan naskah proklamasi
9. Ahmad Subardjo : Penyumbang pikiran dalam perumusan naskah proklamasi dan tokoh golongan tua yang berhasil menjemput Sukarno-Hatta kembali ke Jakarta
10. Laksamana Maeda : Angkatan laut Jepang yang bersimpati terhadap perjuangan bangsa Indonesia dan menyediakan tempat perumusan naskah proklamasi
11. Cudanco Subeno : Komandan kompi tentara PETA di Rengasdengklok
12. Sukarni, Yusuf Kunto dan Singgih :membawa Sukarno-Hatta ke Rengasdengklok
13. Darwis dan Wikana : utusan yang menyampaikan keputusan rapat pemuda kepada Sukarno-Hatta

PENDUDUKAN JEPANG
Jepang mendarat pertama kali di Indonesia pada tanggal 11 Januari 1942 di Tarakan, Kalimantan Timur. Tentara Jepang kemudian dihadang oleh tentara Belanda(Sekutu) sehingga terjadi pertempuran di Laut Jawa yang di kenal dengan “The Battle of Java Sea”. Pertempuran ini di menangkan oleh Jepang, sehingga Jepang dapat masuk ke Pulau Jawa. Pendaratan di Pulau Jawa bertempat di Banten, Indramayu, dan Kragan pada tanggal 1 Maret 1942. Tentara Jepang di pimpin oleh Jenderal Imamura. Kedatangan Jepang yang tiba-tiba tidak disangka oleh Belanda sehingga Jepang dapat dengan mudah mengalahkan Belanda. Pada tanggal 8 Januari 1942 Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang di Kalijati, Subang, Jawa Barat. Pihak Jepang diwakili oleh Jenderal Imamura dan Pihak Belanda diwakili oleh Jenderal Ter Poorten. Selanjutnya Jenderal Ter Poorten dan Tjarda Van Stakenborg (Gubernur Jenderal Hindia Belanda) di buang ke Manchuria, Cina Utara dan baru di bebaskan setelah perang dunia II berakhir.
Sebab-sebab kekalahan Belanda(Sekutu):
1. Pasukan Belanda hanya terdiri dari 4 divisi (40.000 orang) sedangkan tentara Jepang terdiri dari 10-12 divisi (100.000-120.000 orang).
2. Belanda tidak biasa menghadapi perlawanan dengan senjata modern
3. Belanda tidak mendapat bantuan dari rakyat Indonesia.

Dengan di tandatanganinya perjanjian Kalijati, kekuasaan di Indonesia beralih ke pemerintah jepang. Pada awal kekuasaan Jepang mengalami kesulitan untuk memerintah di Indonesia, hal ini disebabkan :
1. Kondisi geografis dan sosial Indonesia yang sangat luas dengan masyarakat indonesia yang heterogen.
2. Jepang kurang informasi mengenai kondisi masyarakat Indonesia yang heterogen.
3. Jepang tidak mempunyai “man power” untuk mengurusi pemerintahan di Indonesia.

Langkah awal Jepang untuk menguasai Indonesia adalah dengan “menjepangkan” Indonesia:
1. Rakyat Indonesia wajib mengibarkan bendera Hinomaru
2. Rakyat Indonesia wajib menyanyikan lagu kebangsaan Jepang yaitu kimigayo
3. Indonesia wajib menggunakan waktu Jepang yang selisih 90 menit dengan WIB
4. Indonesia wajib mengganti tahun masehi dengan tahun sumera (1942 M = 2602 Sumera
5. Pada waktu upacara wajib membungkukkan badan 90 derajat ke arah timur laut (Tokyo) untuk menghormati kaisar Jepang yang dianggap sebagai dewa yang dikenal dengan nama “seikerei”.
6. Wajib merayakan “tencosetsu” atau hari ulang tahun kaisar Hirohito.

Kebijakan-kebijakan Jepang:
1. Di bidang birokrasi pemerintahan
Struktur birokrasi :
Syu / Karesidenan yang dipimpin oleh Syucokan
Syi / Kotapraja yang dipimpin oleh Syico
Ken / Kabupaten yang dipimpin oleh Kenco
Gun / Distrik yang dipimpin oleh Gunco
Son / Kecamatan yang dipimpin oleh Sonco
Ku / Kelurahan yang dipimpin oleh Kuco

2. Di bidang militer
a. Membagi Indonesia menjadi tiga wilayah :
– Wilayah I : terdiri dari Jawa dan Madura dengan ibu kota di Jakarta, dipimpin oleh tentara ke XVI angkatan darat (rikugun)
– Wilayah II : terdiri dari Sumatra dengan ibu kota di Bukittinggi, dipimpin oleh tentara ke XXV angkatan darat (rikugun)
– Wilayah III : terdiri dari Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Irian, Bali dengan ibu kota di Ujung Pandang, dipimpin oleh tentara selatan ke II angkatan laut (kaigun)

b. Membentuk organisasi militer dan semi militer
Organisasi militer :
– PETA (Pembela Tanah Air)
– HEIHO (Barisan pembantu Prajurit Jepang)
Organisasi semi militer:
– Seinendan (Barisan Pemuda)
– Seinentai (Barisan pelajar SD)
– Gakukotai (Barisan pelajar SMP-SMA)
– Keibodan (Barisan pembantu polisi)
– Fujinkai (Barisan wanita)
– Syusintai (Barisan pelopor)

3. Di bidang ekonomi
a. Menyita seluruh harta milik Belanda
b. Memonopoli perkebunan
c. Memusnahkan tanaman perkebunan yang tidak berguna
d. Memaksa rakyat menanam tanaman jarak
e. Mengatur pembagian hasil 40% untuk rakyat dan 60% untuk diserahkan kepada Jepang.

4. Di bidang politik
a. Mendirikan gerakan 3A (Nippon Pelindung Asia, Nippon cahaya Asia, Nippon Pemimpin Asia)
b. Gerakan 3A ternyata tidak banyak membantu Jepang sehingga dibubarkan oleh Jepang. Sebagai gantinya dibentuk PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat). PUTERA dipimpin oleh tokoh 4 serangkai yaitu ir. Sukarno, Moh.Hatta, K.H. Mas Mansyur, dan Ki Hajar Dewantara.
c. PUTERA justru dimanfaatkan oleh pemuda Indonesia untuk membantu perjuangan mereka sehingga PUTERA juga dibubarkan oleh Jepang dan sebagai gantinya dibentuk Jawa Hokokai (Pusat Kebaktian Rakyat Jawa)
d. MIAI (Majelis Islam A’la Indonesia)
e. MIAI dibubarkan dan diganti MASYUMI (Majelis Syuro Muslimin Indonesia)
f. Cuo Sangi In

PERLAWANAN TERHADAP JEPANG
1. Perlawanan bersenjata
a. Kooperasi (bekerjasama dengan Jepang)
memanfaatkan organisasi-organisasi bentukan Jepang seperti PUTERA, MIAI, MASYUMI, CUO SANGI IN, BPUPKI dan PPKI.
b. Perlawanan bawah tanah / diam-diam
– Kelompok Sutan Syahrir
– Kelompok Kaigun
– Kelompok perhimpunan pelajar / mahasiswa
– Kelompok Sukarni
– Kelompok Amir Syarifuddin
c. Perlawanan bersenjata
– Zaenal Mustafa, pemimpin pesantren Sukamanah, Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat. Alasannya adalah karena menolak seikerei.
– PETA di Blitar, dipimpin oleh Supriyadi. Alasannya adalah karena tidak tahan melihat penderitaan rakyat akibat romusha.
– Tengku Abdul Djalil dari Aceh. Alasannya adalah karena menolak seikerei dan tidak tahan melihat penderitaan rakyat akbiat romusha.

Sebab-sebab Intern :
1. Penderitaan rakyat sebagai akibat penjajahan yang telah begitu lama dan menyedihkan
2. Pembangunan sarana komunikasi yang mempermudah rakyat antar daerah (antar pulau) untuk bertemu serta bertukar informasi mengenai perjuangan yang ada di daerahnya.
3. Dicanangkannya program kesatuan Indonesia di bawah Pax Neerlandica sehingga mendorong ke arah pemikiran kesatuan bangsa.
4. Adanya undang-undang Desentralisasi tahun 1903 telah memberi inspirasi mengenai tata cara dan kehidupan demokrasi.
5. Kenangan kebesaran kerajaan Sriwijaya dan Majapahit mendorong rakyat Indonesia untuk mewujudkan kembali kesatuan dan kejayaan bangsa.
6. Munculnya kaum terpelajar Indonesia sebagai hasil dari pendidikan modern.

Sebab-sebab ekstern :
1. Pengaruh berkembangnya ide-ide atau paham-paham Barat, seperti demokrasi, nasionalisme, liberalisme, sosialisme, dan pan-islamisme.
2. Kemenangan Jepang atas Rusia, hal ini mengangkat dan mengembalikan kepercayaan bangsa Indonesia sebagai bangsa kulit berwarna
3. Munculnya pergerakan-pergerakan nasional di negara-negara lain seperti di India, Jepang, Turki, India, dan Mesir.

ORGANISASI-ORGANISASI PERGERAKAN NASIONAL:
1. Bersifat Etnik
a. Budi Utomo
Dalam Bahasa Belanda disebut dengan “Het Schone Streven ” yang artinya ikhtiar yang indah. Budi Utomo didirikan tanggal 20 Mei 1908, Pencetusnya adalah Dr. Wahidin Sudiro Husodo, ia kemudian mengajak serta muridnya dr. Sutomo. Selanjutnya dr. Sutomo ditunjuk menjadi ketua Budi Utomo. Budi Utomo bergerak di bidang sosial dan budaya. Pada tanggal 3-5 Oktober 1908 diadakan kongres pertama Budi Utomo. Dalam kongres itu dicanangkan beberapa program, antara lain:
– Budi Utomo tidak ikut mengadakan kegiatan politik.
– Kegiatan terutama ditujukan pada bidang pendidikan dan budaya
– Ruang gerak terbatas hanya untuk daerah Jawa dan Madura
Kongres tersebut juga menetapkan K.R.T Tirtokusumo sebagai ketua Budi Utomo.

b. Sarekat Islam
Sarekat Islam semula bernama Sarekat Dagang Islamiyah yang didirikan pada tahun 1909 oleh R.M Tirtoadisuryo, seorang bangsawan dan pedagang dari Solo. Tujuannya menyatukan kekuatan para pedagang pribumi yang lemah ekonominya agar dapat bersaing dengan pedagang Cina dan pedagang asing lain. Keinginan ini disambut baik oleh H.Samanhudi, seorang pengusaha batik di Solo. Pada tahun 1911 Sarekat Dagang Islamiyah berubah menjadi Sarekat Dagang Islam. Pusat Sarekat Dagang Islam dipindahkan ke Surabaya dengan alasan karena kota itu dianggap sebagai kota dagang utama di Indonesia. Seorang tokoh agama Islam, Haji Omar Said Cokroaminoto menaruh perhatian besar terhadap SDI, kemudian pada tahun 1913 SDI diubah menjadi Sarekat Islam (SI). Pada tahun 1913 diadakan kongres pertama yang dipimpin oleh H.O.S Cokroaminoto, di dalam kongres ini di tetapkan bahwa SI bukan partai politik dan tidak mempunyai maksud menentang pemerintah kolonial Belanda.
Pengaruh SI sangat terasa di Indonesia. Sifatnya yang demokratis dan berani menarik perhatian Sneevliet, pimpinan Indische Social Democratische Verenidging (ISDV) yang berhaluan sosialis kiri. Mereka berhasil menyusup ke dalam tubuh SI sehingga SI terpecah menjadi dua yaitu SI Putih yaitu SI yang masih berlandaskan pada asas perjuangan Islam. SI Putih dipimpin oleh H.O.S Cokroaminoto.Yang kedua adalah SI Merah yaitu SI yang berhaluan Marxisme, SI Merah dipimpin oleh Semaun, Darsono, dan Tan Malaka. Pada tahun 1923 SI Putih berubah menjadi Partai Sarekat Islam (PSI) dan pada tahun 1930 berubah lagi menjadi Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII).
c. Indische Partij
IP didirikan pada tanggal 25 Desember 1912 oleh tiga serangkai yang terdiri dari E.F.E Douwes Dekker alias Danudirja Setiabudi, Ki Hajar Dewantara alias Suwardi Suryaningrat, dan Dr. Cipto Mangunkusumo. IP dianggap sebagai organisasi politik pertama di Indonesia. IP beranggotakan masyarakat pribumi dan penduduk keturunan asing. Program IP disebarluaskan melalui majalah De Express. Sepak terjang IP yang menyebarkan gagasan Indonesia Merdeka dianggap mengancam pemerintah kolonial. Oleh sebab itu, pada tahun 1913 ketiga pendiri IP diasingkan ke negeri Belanda. Dengan diasingkannya para tokoh IP, berakhirlah kiprah IP di Indonesia.
2. Bersifat kedaerahan
a. Tri Koro Darmo
Tri Koro Darmo didirikan pada tanggal 7 Maret 1915 oleh R.Satiman, Wiryosanjoyo, Kadarman, dan Sunardi. Tri koro darmo artinya tiga tujuan yang mulia yaitu sakti, budi, dan bakti. Dalam kongresnya di Solo tanggal 12 Juni 1918 nama Tri koro darmo di ubah menjadi Jong Java.
b. Jong Sumatranen Bond (Persatuan Pemuda Sumatra, didirikan pada tahun 1917 oleh Moh. Hatta dan Moh. Yamin.
c. Jong Minahasa, Jong Celebes (Sulawesi), Jong Borneo (Kalimantan), Jong Ambon
d. Perhimpunan Pelajar-pelahar Indonesia (PPPI)
e. Jong Indonesia, didirikan di Bandung pada tahun 1927. Selanjtnya berganti nama menjadi Pemuda Indonesia.
f. Indonesia Muda, didirikan pada tahun 1930. Organisasi ini merupakan gabungan dari seluruh perkumpulan pemuda yang ada di Indonesia.
3. Bersifat Keagamaan
a. Muhammadiyah
Didirikan di Yogyakarta pada tanggal 18 November 1912 oleh K.H. Ahmad Dahlan.
b. Nahdatul Ulama (NU)
Didirikan di Surabaya pada tanggal 31 Januari 1926 oleh K.H. Hasyim Asy’ari.
c. Perkumpulan Katolik
Didirikan di Yogyakarta pada tahun 1925 oleh I.J Kasimo. Perkumpulan tersebut kemudian diberi nama Parkempalan Politik Katolik Djawi (PPKD) yang artinya perkumpulan Politik Katolik Jawa. Pada tahun 1938 perkumpulan tersebut berganti nama menjadi Persatuan Partai Katolik Indonesia (PPKI).
d. Perkumpulan Kristen
Didirikan pada tahun 1929 oleh R.M Notosutarso dan Mr. Sawiji dengan nama Perserikatan Kaum Christen (PKC).
4. Pergerakan Wanita
a. Aisyah dalam Muhammadiyah
b. Muslimat dalam Nahdatul Ulama (NU)
c. Ina Tani dalam Sarekat Ambon
d. Wanita Taman Siswa dalam Taman Siswa
e. Perserikatan Perempuan Indonesia (PPI, didirikan di Yogyakarta pada tahun 1928
f. Istri Sedar, didirikan di Bandung pada tahun 1930 oleh Nona Soewarno Joyoseputro
g. Istri Indonesia, didirikan pada tahun 1932 oleh Ny. Soenaryo Mangunpuspito
h. Perkumpulan Putri Mardiko, didirikan di Jakarta pada tahun 1912.
i. Kartini Fonds, didirikan oleh Ny. Van Deventer pada tahun 1912.
j. Kerajinan Amal Setia, didirikan di Kota Gadang pada tahun 1914.
5. Bersifat Radikal
a. PI (Perhimpunan Indonesia)
Didirikan oleh para mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Belanda di antaranya adalah Sutan Kasayangan dan R.M. Notosuroto pada tahun 1908. Organisasi ini semula bernama Indische Verenidging. Pada tahun 1922, organisasi ini berubah namanya menjadi Indonesische Verenidging, dan pada tahun 1925 berubah lagi menjadi Perhimpunan Indonesia. Program PI disebarluaskan melalui majalahnya yaitu Indonesia Merdeka.
b. PNI (Partai Nasional Indonesia)
Didirikan oleh Ir. Sukarno di Bandung pada tanggal 4 Juli 1927. Asas PNI bersandar pada tiga pokok perjuangan yaitu:
– Self Help artinya memperbaiki keadaan dengan kekuatan sendiri.
– Non Kooperasi artinya tidak bekerja sama dengan pemerintah kolonial
– Marhaenisme artinya ajaran yang ingin mengangkat rakyat yang melarat.
Ir. Sukarno menyampaikan perjuangannya melalui tulisan yang berjudul “Indonesia menggugat”.
c. PKI (Partai Komunis Indonesia)
Dibawa oleh seorang Belanda bernama Sneevliet. Ia mendirikan organisasi dengan nama Indische Social Democratische Verenidging (ISDV) pada bulan mei 1914. Anggotanya terdiri atas orang-orang Belanda dan Indonesia seperti Darsono, Alimin, Semaun dan Tan Malaka.
6. Bersifat Moderat
a. PARINDRA (Partai Indonesia Raya)
Didirikan di Solo pada tanggal 26 Desember 1935 oleh dr. Sutomo. Parindra merupakan gabungan dari organisasi Budi Utomo dan Partai Bangsa Indonesia (PBI).
b. GERINDO (Gerakan Rakyat Indonesia)
Didirikan di Jakarta pada tanggal 24 Mei 1937 oleh Mr. Amir Syarifuddin.
c. GAPI (Gabungan Politik Indonesia)
Ddirikan pada tanggal 15 Juli 1939 oleh Sutardjo. Organisasi ini terkenal dengan “Petisi
Sutardjo” yang isinya menuntut agar Indonesia diberi pemerintahan sendiri.

KOLONIALISME
Kolonialisme, berasal dari kata Colonus yang artinya “petani”. Pada mulanya para petani dari Yunani yang daerahnya kurang subur pindah ke daerah sekitarnya yang lebih subur. Daerah subur yang menjadi tujuan mereka disebut “koloni”.Jadi kolonialisme adalah penguasaan suatu negara atas daerah atau negara lain.
Imperialisme, berasal dari kata imperator yang artinya “raja”, atau imperium yang artinya “daerah kekuasaan raja”. Jadi imperialisme adalah sistem politik yang menjajah bangsa lain untuk mendapat kekuasaan dan keuntungan besar.
Imperialisme dibagi menjadi dua :
1. Imperialisme kuno, terjadi sebelum revolusi industri. Faktor pendorongnya:
a. GOLD (Mencari kekayaan)
b. GLORY (Mencari kekuasaan atau kejayaan)
c. GOSPEL (Menyebarkan Agama Kristen)
Negara-negara yang melaksanakan : Spanyol, Portugis, Belanda, Inggris, dan Perancis
2. Imperialisme modern , terjadi setelah revolusi industri. Faktor pendorongnya:
a. Mencari sumber bahan mentah bagi industrinya
b. Mencari tempat pemasaran hasil industri
c. Mencari sumber tenaga kerja yang murah
d. Mencari tempat penanaman modal
Negara-negara yang melaksanakan : Inggris, Prancis, Belanda, Jerman, Amerika serikat, Rusia, dan Jepang.

Berdasarkan perjanjian Thordesillas (tahun 1494), Portugis dan Spanyol mengadakan penjelajahan ke arah yang berbeda. Portugis ke arah timur dan Spanyol ke arah Barat.
Tapi pada kenyataannya, Spanyol mengikuti Portugis ke arah Timur dan bertemu di Ternate. Bertemunya dua bangsa ini menimbulkan perselisihan, sehingga Paus sebagai pimpinan Gereja Katolik campur tangan dan menyelesaikan dengan penandatanganan perjanjian SARAGOSA tahun 1526. Isi perjanjian Saragosa :
Mengatur bahwa Maluku tetap menjadi milik Portugis, sedangkan Spanyol menguasai Filipina. Sebagai konsekuensinya Spanyol harus menyerahkan Brasilia kepada Portugis.

IMPERIALISME DI NUSANTARA

Belanda pertama kali di Indonesia tepatnya di pelabuhan Banten di bawah pimpinan Cornelis De Houtman pada tanggal 22 Januari 1596. Tetapi ia mengalami kegagalan karena ditentang rakyat Banten. Selain itu, bangsa Portugis yang telah lebih dahulu datang sangat menentangnya. Sementara itu, para pedagang Inggris juga mulai bermunculan di Nusantara. Persaingan yang terjadi di antara mereka, telah mendorong mereka untuk membentuk atau mendirikan kongsi-kongsi dagang dagang. Tujuan pembentukan kongsi dagang tersebut, selain untuk menghilangkan persaingan di antara para pedagang yang berasal dari negara yang sama, juga agar mampu bersaing dengan pedagang-pedagang dari negara lain.
Beberapa kongsi dagang Eropa yang muncul di Asia:
1. Verenidge Oost Indische Compagnie (VOC)
Merupakan kongsi dagang milik Belanda, berdiri pada tanggal 20 Maret 1602. VOC mendapat hak octroi (hak istimewa) dari pemerintah Belanda. hak-hak octroi tersebut antara lain:
a. Hak berdagang di daerah-daerah sebelah timur Tanjung Harapan sampai selat Magelhaens
b. Hak monopoli perdagangan
c. Hak memiliki tentara
d. Hak mendirikan benteng-benteng
e. Hak memaklumatkan perang atau damai
f. Hak mencetak uang
g. Hak menjalankan kehakiman
h. Hak mengadakan perjanjian dengan raja-raja di nusantara
Pusat kegiatan VOC adalah di Batavia
Usaha-usaha yang dilakukan VOC:
a. Pelayaran Hongi : misi pelayaran VOC yang bertugas mengawasi, menangkap, dan mengambil tindakan terhadap para pedagang dan penduduk pribumi yang dianggap melanggar ketentuan perdagangan VOC.
b. Ekstirpasi : hak untuk menebang tanaman rempah-rempah yang dianggap kelebihan jumlahnya. Tujuannya adalah untuk menstabilkan harga.
c. Verplichte Leverantie : kewajiban bagi para raja pribumi untuk membayar pajak hasil bumi kepada VOC
d. Contingenten : pajak sewa tanah yang harus dibayar rakyat dengan hasil bumi.
e. Kerja rodi : kerja wajib tanpa upah yang harus dilaksanakan oleh rakyat
f. Preanger Stelsel : wajib tanam kopi di daerah Priangan.
Selama dua abad VOC berhasil menguasai perdagangan di Nusantara, namun pada awal abad ke 18, VOC mengalami kemunduran. Adapun penyebab kemunduran VOC di antaranya adalah:
a. Merajalelanya korupsi oleh para pegawai VOC
b. Kuatnya persaingan di antara kongsi-kongsi perdagangan lainnya.
c. Terlalu banyak biaya yang dikeluarkan untuk penumpasan berbagai perlawanan dari daerah-daerah
d. Meningkatnya kebutuhan untuk gaji pegawai VOC
e. Hutang VOC yang sangat besar dan tidak terbayarkan
Akhirnya VOC di bubarkan pada tanggal 31 Desember 1799.
2. East Indian Company (EIC)
Kongsi dagang milik Inggris yang didirikan di Calcuta (India) pada tahun 1600.

PEMERINTAHAN KOLONIAL DI INDONESIA

Pada tahun 1806 Republik Bataaf dihapus dan diganti dengan Koninkrijk Holland (Kerajaan Belanda). Sejak saat ittu, kekuasaan atas wilayah Hindia Belanda dipegang oleh saudaranya Napoleon Bonaparte, yaitu Louis Napoleon. Louis Napoleon lantas mengangkat Herman Willem Daendels sebagai gubernur jenderal di Hindia Belanda. Mulai tahun 1808 Daendels melaksanakan tugas pemerintahan di Hindia Belanda. Tugas utamanya adalah mempertahankan pulau Jawa dari serangan Inggris. Langkah-langkah yang ditempuh Daendels adalah :
1. Di bidang pemerintahan
a. Pusat pemerintahan dipindahkan ke pedalaman
b. Pulau Jawa di bagi menjadi 9 daerah tingkat satu
c. Membentuk kantor pengadilan
2. Di bidang pertahanan
a. Menambah jumlah prajurit
b. Membangun benteng baru
c. Membangun jalan anyer-panarukan
3. Di bidang ekonomi
a. Mengeluarkan uang kertas
b. Menjalankan penyerahan wajib hasil bumi
c. Melaksanakan preanger stelsel
d. Menjual tanah ke pihak swasta
4. Di bidang sosial
a. Adanya kerja tanpa di bayar (kerja rodi)
b. Timbulnya perbudakan
c. Dihapuskannya upacara penghormatan terhadap residen, sunan, dan sultan.
Sifat-sifat Daendel yang diktator dan memerintah dengan tangan besi mengakibatkan ia tidak disukai oleh banyak kalangan, sehingga pada tahun 1811, Louis Napoleon mencopot jabatannya. Sebagai penggantinya adalah Jan William Jansens. Ia diangkat pada tanggal 20 Februari 1811. Masa pemerintahan Jansens hanya berjalan singkat karena pada tanggal 3 Agustus 1811, Angkatan laut Inggris di bawah pimpinan Lord Minto menyerang batavia. Dalam pertempuran ittu, Jansens yang lemah dan kurang cakap menyerah di Tuntang (Salatiga) pada tanggal 18 September 1811.
Isi perjanjian Tuntang antara lain:
1. Pulau Jawa dan sekitarnya di kuasai oleh Inggris
2. Semua tentara Belanda menjadi tawanan Inggris
3. Orang Belanda yang masih berada di hindia Belanda dapat dijadikan pegawai Inggris
Selanjutnya Lord Minto selaku Gubernur EIC menugaskan Thomas Stamford Raffles untuk menjadi penguasa baru di wilayah bekas Hindia Belanda. Langkah-langkah yang dilaksanakan Raffles antara lain:
1. Dalam bidang pemerintahan
a. Membagi pulau Jawa menjadi 16 karesidenan
b. Bupati dijadikan pegawai negeri
c. Mengurangi kekuasaan raja
2. Dalam bidang ekonomi
a. Melaksanakan perdagangan bebas
b. Mengadakan monnopoli garam
c. Melaksanakan landrente (sewa tanah)
3. Dalam bidang sosial
a. Menghapus perbudakan
b. Mengurangi pengaruh penguasa tradisional
Kekuasan Inggris di Nusantara hanya berlangsung singkat karena dalam perang koalisi terakhir, Prancis mengalami kekalahan sehingga Prancis harus mengembalikan tanah jajahannya yang dulu direbut dari Belanda. Penyerahan kembali wilayah Hindia Belanda dari Inggris kepada Belanda ditandai dengan penandatanganan Perjanjian London (Convensi London) pada tanggal 13 Agustus 1814. Dan secara resmi pada tanggal 19 Agustus 1816, pihak Inggris diwakili oleh John Fendal dan Belanda diwakili oleh Mr. Elout, Van Der Capellen, dan Buyskes.

Kebijakan Ekonomi Pemerintah Kolonial Hindia Belanda (1816-1900)
1. Sistem tanam paksa (Cultuur Stelsel)
Sistem tanam paksa ini di terapkan oleh Van Den Bosh (Guberbur Jenderal Hindia Belanda)
Latar Belakang sistem tanam paksa:
a. Utang yang ditanggung pemerintah cukup berat
b. Kas negara kosong
c. Terjadinya peperangan yang menguras keuangan negara
d. pemasukan uang dari penanaman kopi tidak mencukupi kebutuhan
Tujuan diselenggarakannya sistem tanam paksa:
Untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya guna menutup kekosongan kas negara dan membayar utang negara.
Pokok-pokok aturan tanam paksa:
1. Rakyat wajib menyediakan seperlima tanah miliknya untuk ditanami tanaman yang laku di pasaran Eropa.
2. Tanah yang dipergunakan bebas pajak
3. Waktu dan tenaga yang dipergunakan untuk menanam tanaman perdagangan tidak boleh melebihi waktu dan tenaga untuk menanam padi.
4. Hasil tanaman perdagangan diserahkan kepada pemerintah dan jika harga yang ditaksir melebihi pajak, kelebihan itu milik rakyat.
5. Kegagalan panen karena hama atau iklim merupakan tanggung jawab pemerintah
6. Wajib tanam paksa dapat diganti dengan bekerja di bagian pengangkutan dan pabrik–pabrik.
7. Pelaksanaan penanaman tanaman dagang di bawah pengawasan langsung para kepala desa.
Tetapi dalam pelaksanaannya banyak terjadi penyimpangan yang mengakibatkan rakyat sangat dirugikan, misalnya:
1. Rakyat harus menyediakan tanahnya lebih dari yang ditentukan
2. Waktu tanam melebihi umur padi
3. Kegagalan panen seluruhnya ditanggung oleh petani
4. Terjadinya kerja rodi yang berkepanjangan
Reaksi anti tanam paksa pun bermunculan, tokoh-tokoh yang anti tanam paksa antara lain:
1. Baron Van Hoevel , melalui parlemen memprotes agar tanam paksa di hapus
2. Van Deventer , perintis politik etis. Menurutnya cara untuk membalas budi rakyat di nusantara sebaiknya dilakukan dengan tiga cara yaitu: transmigrasi, irigasi, dan edukasi.
3. Edward Douwes Dekker (Multatuli), ia mengarang buku berjudul “Max Havelar” yang di dalamnya ia membeberkan secara terang-terangan penyimpangan sistem tanam paksa dan penderitaan rakyat di daerah Lebak akibat penindasan petugas tanam paksa.
Setelah terjadi pergeseran kekuasaan di negeri Belanda oleh kaum Liberal, tanam paksa di Indonesia berangsur-angsur dihapuskan dan pada tahun 1870 dikeluarkan UU agraria (Agrarische wet)yang berisi:
1. Gubernur Jenderal tidak diperbolehkan menjual tanah
2. Gubernur jenderal dapat menyewakan tanah menurut ketentuan yang di atur dalam undang-undang
3. Tanah-tanah di berikan dengan hak penguasaan selama waktu tidak lebih dari 75 tahun sesuai ketentuan
4. Gubernur Jenderal tidak boleh mengambil tanah-tanah yang di buka oleh rakyat.
Selain UU Agraria,dikeluarkan juga UU Gula yang menghapuskan penanaman tebu ,dan pada tahun 1916 dilakukan penghapusan tanaman kopi di priangan, yang berarti berakhirnya tanam paksa.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: